Beginilah Dampak Rusia Bagi Indonesia

dnktv.com


Revolusi Rusia terjadi karena ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan konservatif Nicholas Tsar II, pemerintahan absolut dan kesenjangan sosial-ekonomi yang melebar antara kaya dan miskin.


Pada masa pemerintahan Tsar II, ideologi komunis sudah ada dan berkembang dari perjuangan rakyat pekerja. Kemudian Vladimir Ilyich Lenin dan para pekerja Anda (Bolshevik) berhasil menggulingkan pemerintahan Nicholas Tsar II.


Pada bulan Desember 1922, negara-negara berideologi komunis, seperti Republik Sosialis Federasi Soviet, sepakat untuk menjadi sebuah negara, yaitu Uni Republik Sosialis Soviet (Uni Soviet).


Pengaruh revolusi Rusia sendiri adalah penyebaran ideologi komunis yang tumbuh dan berkembang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sneevliet adalah seorang tokoh ideologi sosialis komunis di Indonesia.


Sneevliet juga seorang pemimpin serikat buruh Belanda dan anggota Partai Pekerja Sosial Demokrat. Penembak jitu elit juga mendirikan organisasi Indian Social Democratic Association (ISDV), yang kemudian menjadi cikal bakal komunisme di Indonesia.


Selanjutnya, Sneevliet juga menyusup ke organisasi Sarekat Islam dan mengambil ideologi komunis yang menyebabkan Sarekat Islam terpecah menjadi dua bagian, yaitu SI merah (Komunis) dan SI putih.


Pada 23 Mei 1920, ISDV resmi berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia. Dari revolusi Rusia, para pemimpin dan anggota berperang melawan pemerintah seperti cara kudeta Lenin dan Bolsheviknya.


Namun dalam politik, PKI merupakan salah satu partai yang tidak mau bekerja sama dengan pemerintah dan bersikap keras, kemudian tidak segan-segan melakukan demonstrasi dan teror terhadap rakyat yang tidak sesuai dengan ideologinya.


Post a Comment

0 Comments