6 Fakta Karomah Abuya KH Uci Turtusi Cilongok



1-KH. Uci Turtusi adalah pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al-Istiqlaliyah yang berdiri sejak tahun 1957 M. Didirikan oleh seorang ulama besar di wilayah Kabupaten Tangerang, bernama KH. Dimiyati (almarhum). Merupakan seorang ulama yang memiliki komitmen kuat dalam menjaga tradisi kepesantrenan yang saat ini juga dilanjutkan oleh putra beliau, KH. Uci Turtusi sejak sepeninggalnya di awal tahun 2001.

2-KH. Uci Turtusi berguru kepada 32 orang guru selama 32 tahun, lama mondoknya beliau disuatu tempat berbeda-beda, ada yg 3tahun bahkan ada yg cuma 1 hari, apabila sudah banyak orang yg tahu bahwa Beliau adalah anak Abuya Dimyati Cilongok maka Beliau akan pindah.

3-Suatu ketika saat beliau mondok di Abuya Yusuf Caringin. Beliau pernah ditegur & dimarahin oleh KH.Opang, adik ipar Beliau yg saat itu menjadi Lurah kobong disana. KH.Opang marah karena melihat beliau malas-malasan jarang mengaji, sempat ditanya “Beliau tinggalnya dimana?”
“Di Cilongok” jawab Beliau.
“Dekat dg tempat Abuya Dimyati?” tanya Abah Opang.
“Ya.. dekat” jawab beliau.
“Makanya ente jangan malu-maluin orang Cilongok, ngaji yang benar kalo gak serius lebih baik pulang” hardik Abah Opang.
“Ya…siap” jawab Beliau.

Belasan tahun kemudian saat KH.Opang mau menikahi adik Beliau. Sang istri belum mau naik ke panggung pelaminan sebelum ketemu abangnya yg belum sampai di rumah yaitu Abuya Uci, dan saat itu beliau kaget ternyata santri yang sering dia marahin sewaktu mondok adalah calon kakak iparnya.

4- KH. Uci Turtusi adalah penerus ayahnya Alm KH. Dimyati yang mengajar pengajian mingguan, jamaah yang hadir setiap minggu selalu memadati Kp. Cilongok tepatnya dipesantren, parkir mobil dan motor para jamaah sudah tidak tertampung disatu tempat, sehingga kendaraan banyak parkir ditempat yang lumayan jauh.

5-KH.Uci Turtusi adalah tokoh ulama besar yang sangat dihormati dan disegani oleh semua kalangan masyarakat, beliau sangat berjasa besar karena telah mengharumkan bangsa Indonesia terutama kota Tangerang-Banten. Dengan ke istimewaan dan karomah yang diberikan Allah SWT kepada KH. Uci Turtusi.

6-Dikisahkan saat beliau mondok di Abah Yusuf Caringin, semenjak pagi, Mang Uci mengobrol dengan Mang Hadi (Anak abuya Yusuf), segerombolan santri datang menghampiri mereka dan menegur kepada Mang Uci mengapa tidak mengajak mereka sowan kepada salah satu kiai hikmah di Tangerang? Tapi beliau mang Uci selalu mengelak bahwa semenjak tadipagi beliau hanya berdua saja mengobrol dengan Mang Hadi. Hal tersebut dibenarkan pula oleh Mang Hadi.

Usut punya usut, ternyata segerombolan santri itu habis sowan dari Kiai Hikmah tersebut dan mengatakan bahwa baru saja seorang santri bernama Mang Uci pulang. Dan dia hanya diberi 3 iket singkong. Mang Hadi juga ikut penasaran, sebab semenjak pagi mengobrol dengan Mang Uci tetapi 3 iket singkong itu juga ada di kamar Mang Uci. Begitulah semenjak masih muda beliau Abah KH.Uci Turtusi sudah menampakan karomahnya.
Wallahu A’lam

***
Dari berbagai sumber

Post a Comment

3 Comments