Sosok Muhammad Ali, Dimata Apple, David Beckham, Mike Tyson dan Manny Pacquiao Dalam Kematiannya

Hari Jumat (3 Juni 2016) atau Sabtu (4 Juni 2016) Indonesia menerima berita mengejutkan dari seluruh dunia, yaitu kematian legenda petinju dunia Muhammad Ali. Ya, dengan komplikasi penyakit Parkinson yang dideritanya selama beberapa tahun, Muhammad Ali akhirnya harus menyerah dan berhenti bernafas pada usia 74 tahun.

King Boxer dengan nama kelahiran Cassius Marcellus Clay, Jr. memang sosok yang fenomenal. Meskipun ia juga telah membuat beberapa kontroversi, seperti memberikan pesan kebanggaan rasial kepada Afrika-Amerika dan menentang dominasi kulit putih dan keterlibatan Amerika dalam Perang Vietnam, sosok yang kemudian memeluk Islam pada tahun 1964 ini adalah sosok yang menginspirasi dan juga tidak dapat dilupakan oleh dunia, terutama oleh perusahaan Apple (Apple Inc.).

Kenapa "Apple" tidak bisa melupakan Ali? Bagaimana hubungan Ali dengan perusahaan Apple?

Kedekatan dengan perusahaan Apple
Seperti yang disebutkan sebelumnya, Apple memiliki kedekatan yang sangat dekat dengan petinju yang memenangkan 3 kejuaraan kelas berat. Jadi pada tahun 1997, Apple menjadikan Muhammad Ali sebagai ikon bintang iklan. Meski hanya membutuhkan waktu 15 menit, namun video iklan Apple dengan petinju Muhammad Ali sangat berkesan bagi Apple. Iklan ini sendiri berwarna hitam dan putih dan Apple sengaja memilih kesan klasik, meskipun sudah ada televisi berwarna.

Dalam iklan video ini, petinju yang memenangkan gelar "The Greatest" terlihat menantang lawannya ke kotak dan memberi tahu lawannya bahwa ia tidak akan pernah gagal dan kalah. Dari iklan video tersebut, Apple sepertinya ingin menunjukkan kepada publik dan menunjukkan bahwa manusia harus berpikir secara berbeda atau berpikir secara terbuka adalah sesuatu yang dapat membawa kejayaan.


Duka Perusahaan Apple
Kematian Muhammad Ali akhirnya meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi perusahaan teknologi Apple. Untuk menunjukkan belas kasih dan kesedihannya, Apple kemudian mengubah halaman depan situs web resminya menjadi foto Ali dengan latar belakang hitam dan putih.

Latar belakang hitam dan putih itu sendiri menunjukkan bahwa Apple sangat sedih tentang kematian petinju legendaris terbesar di dunia. Apple tidak hanya menunjukkan foto-foto Muhammad Ali, tetapi juga mengutip pada kesempatan yang sama komentar terkenal dari seorang petinju yang dianugerahi "Olahragawan Abad Ini" oleh Sports Illustrated.

Di situs resminya, Apple menunjukkan foto hitam-putih Muhammad Ali dengan kutipan "Muhammad Ali. 1942 - 2016. Pria yang tidak memiliki imajinasi tidak memiliki sayap. Meskipun Apple kemudian tidak menjelaskan alasan di balik tindakan untuk mengubah halaman depan. telah disebutkan dan dijelaskan, tetapi diyakini terkait dengan kedekatan Apple dengan Muhammad Ali.

Kasih Sayang Selebriti Dunia
Meski sudah tiada, sosok Muhammad Ali akan selalu diingat oleh dunia. Memang, berita kematian Muhammad Ali tiba-tiba menjadi topik pembicaraan dan tren dunia. Tidak hanya Apple, tetapi berbagai selebriti dunia lainnya juga telah mengungkapkan kesedihan dan belasungkawa mereka, bahkan hanya melalui media sosial. Beberapa selebriti yang menyatakan belasungkawa mereka adalah David Beckham yang menyatakan belasungkawa melalui #Instagram.

Dalam instagramnya, mantan pemain Manchester United dan Real Madrid menyatakan bahwa "hal yang mustahil adalah pendapat, bukan fakta. Mustahil bukan penjelasan, tetapi keberanian. Mustahil juga potensial. Itulah sebabnya yang mustahil hanya bersifat sementara dan ketidakmungkinan tidak ada. "

Selain David Beckham, belasungkawa juga datang dari rekan-rekan profesionalnya Mike Tyson dan Manny Pacquiao yang menyatakan belasungkawa mereka melalui media sosial # Twitter.

Sosok yang akan selalu diingat dunia
Pada akhirnya, orang yang jujur dan jujur ini akan selalu diingat oleh semua orang di dunia ini. Laila Ali, putra Muhammad Ali, yang juga seorang petinju wanita, kemudian mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah memaafkan dan berdoa untuk ayahnya. Jika seorang petinju yang telah mencatat rekor 56 menang, ini sangat fenomenal. Apalagi dengan julukan "The Greatest" itu diasumsikan bahwa tidak ada petinju yang tidak bisa menandinginya.

Post a Comment

0 Comments