Karomah Abuya Uci Turtusi Cilongok, dan Keilmuannya Luas Bagaikan Samudera

abah abuya uci (kanan)
Sebelum membaca tentang karomah abah uci, kiranya kita bertanya dahulu apa itu karomah? karomah artinya adalah kemuliaan, seseuatu yang istimewa yang hanya diberikan oleh Allah (kaitannya dalam hal ini) diberikan kepada para wali Allah.

Karomah bisa juga di artikan dengan keajaiban, hal yang absurd tidak masuk akal tetapi terjadi pada diri manusia pilihan Allah. Contoh dalam hal ini adalah Syekh Abdul Qodir Jailani yang memiliki karomah tidak masuk akal, ketika beliau bepergian dan kembali pulang, rumahnya tidak ada yang membersihkan, sebutlah santri beliau bernama ki jaed yang biasanya membersihkan rumah beliau. Beliau syekh abdul qodir bertanya, kemana ki jaed yang suka membersihkan rumahku? usut punya usut ternyata ketika beliau bepergian itu, ki jaed meninggal dunia. dengan rasa penasaran beliau syekh Abd Qodir langsung ‘menghilang’ dan menembus langit untuk meminta pertanggungjawaban terhadap malaikat izroil perihal kenapa santrinya ‘dicabut’ nyawanya tanpa memberitahukan beliau. Itulah yang disebut karomah, dan ceritanya ini memang benar adanya dan sangat masyhur dikalangan para santri jamiyyah thoriqoh beliau syekh abd Qodir. Meskipun tidak masuk akal tetapi umat islam ahlussunnah wajib mempercayai adanya verita tersebut.

Jika para wali diberikan karomah, maka para rosul dan anbiya’ diberikan mukjizat. Meskipun tidak masuk akal, Nabi Muhammad Isro’ Mikroj ‘terbang’ ke langit ketujuh sampai bertemu dan bertatap berhadap-hadapan langsung dengan dzat Allah. Mengunjungi surga dan neraka dan perjalanan yang tidak masuk akal akan tetapi umat islam wajib beriman tentang adanya cerita tersebut.

Karomah yang diberikan Allah kepada para walinya tentusaja berbeda sesuai dengan tingkatannya. Konon Syekh Nawawi al-Bantani jika malam sudah gelap dan minyak didalam lampu sudah habis, untuk melanjutkan mengarang kitab dengan hanya satu kali bismillah saja, jempol tangannya mengeluarkan api bak lilin sehingga didalam kamar beliau tetap bersinar dan beliau terus mengarang kitab sampai waktu fajar.

Lantas apa dan bagaimana sebenarnya karomah dari abuya Uci Turtusi Cilongok? Entahlah, saya sendiri juga tidak tahu ini disebut karomah atau bukan, sebab yang bisa menilai itu adalah sebuah karomah hanyalah para wali Allah sendiri. Bagi saya dengan jumlah jamaah pengajian beliau setiap hari minggu itu, sudah membuktikan betapa luar biasa ‘karomah’ beliau. Kelebihan yangdiberikan oleh Allah kepada Abuya Uci sungguhlah sangat istimewa. Sebab dijaman sekarang sulit sekali menemukan kiai yang tidak pernah masuk TV tidak pernah ceramah di TV tidak punya acara pengajian di Youtube tetapi namanya sangat harum dan jamaahnya begitu membludak ini sungguh sangat istimewa.

Beliau Abuya Uci juga didalam pengajiannya selalu mengagetkan para jamaahnya, beliau selalu tahu informasi terkini dan terupdate untuk disampaikan kepada para jamaahnya seperti peristiwa pemilu dan lain sebagainya. Dengan nada bercanda beliau kadang menantang para jamaahnya kira-kira beliau ‘tahu’ informasi itu darimana? padahal beliau hp juga tidak punya, tidak pernah mendengarkan radio dan tidak pernah menonton Televisi tetapi darimana beliau bisa tahu? dan bagi saya ini bisa disebut sebagai ‘kelebihan’ yang Allah berikan kepada beliau.

Karomah Abah Uci bagi saya adalah dengan membaca satu dua baris kitab kuning tetapi penjelasannya bisa sampai dua jam lebih dan para pendengarnya tidak pernah bosan mendengarkan ucapan beliau. Keilmuan Abah Uci bagaikan samudera yang sangat luas, apa saja beliau bahas dan bisa difahami oleh berbagai kalangan baik oleh santri yang setiap hari mengkonsumsi kitab kuning maupun para buruh pabrik atau para pejabat yang tidak pernah sekalipun menyentuh kitab. Semua bisa memahami ceramah dan isi pengajian beliau. Semoga beliau disehatkan jasmani dan diberi usia yang panjang. Amin

Post a Comment

0 Comments