Ini Solusi Menikah Karena Perjodohan Tetapi Belum Mencintai Pasangan

Meskipun bukan lagi era Siti Nurbaya, pernikahan yang diatur orangtua masih sering ditemukan sampai sekarang. Seorang wanita menikah dengan pria pilihan orangtuanya. Pernikahan yang cocok kemudian menghasilkan kebahagiaan. Saling mencintai. Tapi bukan pasangan yang menikah seperti yang seharusnya, sebab perasaan cinta yang tumbuh untuk pasangan masih belum hangat. Wanita seperti ini terkadang bahkan tidak bisa mencintai suami mereka. Karena masih teringat "mantan" yang telah membangun cinta dengan orang lain. Bagaimana jika itu terjadi?

Cinta dalam visi Quraish Shihab adalah kecenderungan hati untuk sesuatu yang menyenangkan. Karena itu dianggap baik, meskipun sesuatu yang dilihat pihak lain sebagai sesuatu yang tidak baik.

Intinya, cinta adalah pekerjaan hati yang tidak jelas. Ini adalah pekerjaan yang rumit karena sifat dan keberadaannya yang hanya diketahui oleh pelaku dan orang yang dicintainya.

Cinta dalam hubungan pernikahan, Nabi Muhammad pernah mengeluh kepada Allah tentang cintanya. Dalam sejarah Sayyidah 'Aisyah;

Aisyah berkata: "Sebenarnya, Nabi SAW telah dengan jujur ingin ​​merotasi istrinya dan berkata:" Ya Allah, ini adalah batas kemungkinan saya, jadi jangan mengkritik saya tentang apa yang Engkau miliki, sedangkan saya tidak memilikinya. " ( At-Tirmidzi)

Dari hadits di atas kita dapat mengetahui bahwa bahkan seorang nabi pun memiliki masalah di bidang cinta. Beliau mengeluh kepada Tuhan tentang kesulitan melakukan keadilan kepada istri-istrinya. Namun, ini tidak berarti bahwa itu menjadi pembenaran atas cinta suaminya untuk menyerah, atau bahkan alasan perceraian.

Karena Tuhan adalah pemilik hati, yang mengubah hati. Jadi seorang wanita harus terus berusaha mencintai pasangannya. Sementara Nabi terus berdoa kepada Pemilik dan Pembalikan Hati.

Sekalipun ini terjadi, dan seorang istri masih belum bisa mencintai suaminya, maka teruslah berusaha dan melakukan kewajiban Allah untuk ketentuan-ketentuannya, dan jalin hubungan yang baik dengan pasangan mereka. Karena kita benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tetap bisa, tergerak dan berjuang. 

Post a Comment

0 Comments