Arsitektur Unik Masjid Karangsambung, Kadipaten, Majalengka

Masjid Jami Darussalam yang terletak di desa Karangsambung, Kadipaten, Kabupaten Majalengka didirikan sejak abad ke-14. Karena itulah masjid ini menjadi masjid tertua yang masih berdiri kokoh di Majalengka. Di balik kisah penciptaannya, masjid ini memiliki keunikan tersendiri dalam arsitekturnya.

Masjid Darussalam memang telah mengalami beberapa renovasi. Perbaikan terakhir terjadi pada tahun 2012. Namun demikian, arsitektur aula besar masjid di kubah masjid telah mempertahankan keasliannya.

Terlihat dari luar, masjid Darussalam terlihat seperti paviliun dengan banyak pilar di sekeliling masjid. Warna biru langit menjadi ciri masjid Darussalam.

Masjid ini memiliki tiga kamar. Kamar-kamar di sisi utara dan selatan adalah ruang ekstra baru yang digunakan selama sholat Jumat dan hari libur.

"Di masa lalu, masjid itu hanya di bagian tengah, kemudian direnovasi. Masjid bersejarah ini dibuat di era wali," kata Wahdiyat (67 tahun), seorang sesepuh dari Desa Karangsambung yang juga mengelola Jami Darussalam- masjid dalam percakapan dengan Republika, co.id akhir pekan lalu.

Sementara ruang tengah atau ruang utama adalah bagian asli dari masjid Darussalam sejak pertama kali dibangun pada abad ke-14. Di ruang utama ini ada empat pilar saka, salah satunya terbuat dari serpihan kayu.

Salah satu yang unik adalah keberadaan pecahan keramik tua di dinding masjid, seperti hiasan bangunan bersejarah di Cirebon. pecahan keramik dipasang di dinding di atas pintu tempat pusaka disimpan. Sedangkan area mihrab terbagi dua, yaitu untuk imam dan mimbar.

Yang lebih menarik adalah kubah masjid. Kubah masjid terbuat dari ubin dengan kubah mustaka di atasnya seperti masjid khas Jawa di masa lalu.

Masjid ini juga memiliki sumur tua yang masih digunakan. Sumur di utara masjid dikatakan telah digunakan untuk pemurnian di masa lalu

Masjid Darussalam juga memiliki berbagai pusaka sejarah. Dikatakan bahwa pusaka adalah peninggalan pasukan Mataram sampai utusan Sunan Gunung Jati memilih untuk menetap di daerah tersebut. Diantaranya seperti tombak, keris, bola besi, kursi. Pusaka disimpan di area khusus di sebelah mihrab.

Salah satu peninggalan bersejarah yang masih digunakan sampai sekarang adalah drum dan kentongan. Dikatakan bahwa drum dan kentongan dibuat ketika utusan Sunan Gunung Jati mengabarkan Islam di Karangsambung.

Berdasarkan data historis dari desa Karangsambung, masjid Darussalam dibuat oleh utusan Sunan Gunung Jati. Masjid ini menjadi asosiasi beberapa penghuni darah yang sering bentrok melintasi batas wilayah yang bersaing. Di bawah utusan Sunan Gunung Jati yang kemudian menyebarkan Islam di Karangsambung, Ki Gedeng Sawit berada.

Post a Comment

0 Comments