Zuhud Dalam Pandangan Syekh Mutawalli Sya'rawi

Syekh Mutawalli Sya'rawi

Sheikh Mutawalli Sya'rawi adalah salah satu ulama dengan keterampilan mengajar dan menulis. Dia memiliki kemampuan untuk menjelaskan dan membandingkan hal-hal yang kompleks sehingga menjadi sangat mudah, bahkan untuk telinga orang awam saja mudah ditangkap. Untuk konteks Indonesia, Prof. M. Quraish Shihab mungkin yang paling dekat dengan tokoh-tokoh seperti itu, sehingga kuliah dan bukunya dapat dikonsumsi oleh para ibu. Dan kebetulan keduanya memang "produk" dari Universitas Al-Azhar.

Salah satu tema tasawuf yang menjadi mudah di lidah dan pena Sya'rawi adalah tentang "zuhud". Dalam Qishash al-Shahabah wa al-Shalihin, ia menceritakan obrolan orang-orang zuhud dari berbagai daerah. Dikatakan bahwa salah satu guru sufi bertanya kepada sahabatnya tentang bagaimana orang-orang zuhud di negaranya? Dia menjawab: "Ketika kebaikan ada pada kita, kita bersyukur, ketika hal buruk terjadi pada kita, kita bersabar." Jawaban yang bagus Namun, guru Sufi menertawakannya (tidak selalu meremehkan, tetapi sebagai metode berbagi pengetahuannya), sambil mengatakan: "Apa itu?" Perilaku anjing-anjing di Balkh, Zuhud bagi kita adalah kebaikan kita, kita menghormatinya ketika kejatuhannya terjadi pada kita, kita bersyukur. "

Sufi Guru menjelaskan tentang satu tingkat definisi zuhud yang lebih tinggi dari yang digambarkan oleh sahabatnya. Karena bagi para Sufi, kejahatan adalah kebaikan di wajah yang berbeda, misalnya itu adalah bentuk kasih sayang Tuhan kepada kita sehingga Dia masih mengawasi kita dengan kejahatan untuk mengingatkan kita atau menguji kita untuk meningkatkan derajat kita. Adapun kebaikan, perlu dicatat bahwa kita tidak harus terjebak dalam kesombongan atau riya 'di dalamnya, sehingga kita buru-buru menghapus jejaknya sehingga itu benar-benar tetap hanya untuk kebaikan-Nya.

Dalam salah satu ceramahnya, Sya'rawi membawa sejarah Sayyidina Ali bin Abu Thalib tentang bagaimana membedakan pecinta dunia dan pecinta akhirat. Jika seseorang datang kepada kita untuk memberikan hadiah dan orang lain datang untuk meminta sesuatu dari kita. Jadi, lihat diri kita sendiri. Itu adalah jika kita lebih bahagia untuk orang yang memberi daripada orang yang bertanya, maka kita adalah pecinta dunia. Sedangkan jika kita lebih bahagia bagi mereka yang bertanya daripada mereka yang memberi, kita adalah pecinta akhirat.

Zuhud tentu saja tidak berarti anti terhadap dunia. Mengapa kita diciptakan di dunia jika itu dilarang? Lagi pula, mengapa ada pesanan zakat jika kita diminta menjadi anti-dunia ?! Zuhud berarti melihat dunia sebagai ladang untuk akhirat. Sehingga semua aktivitas duniawi kita diproyeksikan untuk akhirat.

Lalu bisakah Anda menikmatinya? Tentu tidak apa-apa. Fokusnya tetap pada bidangnya untuk akhirat, sehingga akan mudah dipahami bahwa menikmatinya 'tidak masalah dengan syarat tidak membuatnya melupakan kita di akhirat dan tetap fokus pada keberadaannya sebagai ladang untuk akhirat. .

Karena itu, dalam kuliah lain, Sya'rowi memberi perhatian serta tips agar kita bisa melihat dunia dengan cerdas. Misalnya, ketika panggilan kepada Tuhan, yaitu panggilan untuk doa diproklamirkan, jangan biarkan kita menunda doa untuk urusan dunia. Karena sebenarnya "bertemu" dengan Tuhan adalah jaminan kuantitas dan kualitas dunia kita. Dalam arti tertentu, pencipta, pemilik dan penguasa dunia ini adalah Tuhan. Jadi, jika kita menempatkan bisnis kita dengan Tuhan di depan urusan dunia kita, pasti Tuhan akan menjamin dan memfasilitasi urusan dunia kita. Inilah yang dimaksud dengan kuantitas. Adapun kualitas, dengan kami memprioritaskan bisnis dengan Tuhan, maka dunia yang kita dapatkan tentu akan penuh berkah karena itu adalah hadiah dari Allah dengan kesenangan penuh. Inilah arti kualitas. Dan dengan kualitas itu,

Karena itu, seperti yang Sya'rowi katakan dalam salah satu ceramahnya dengan mengutip hadis qudsi, "Wahai manusia, jangan takut akan sempitnya kekayaan, tetapi harta saya tidak bernomor, saya membuat Anda untuk disembah, saya telah menetapkan perbekalan untuk Anda, saya telah menetapkan perbekalan saya untuk Anda , maka jangan lelah atau putus asa. Jika Anda senang dengan persediaan saya untuk Anda, itu akan meremajakan hidup Anda dan kesehatan Anda, tetapi jika Anda tidak bahagia, saya akan membuat kesulitan dunia atas Anda sehingga Anda mengejarnya seperti hantu berjalan di hitan di malam hari, tidak akan mendapatkan apa pun kecuali apa yang telah saya tentukan. Jangan meminta bekal saya untuk Anda besok, karena saya tidak bertanya tentang amal Anda besok. "Katakan Sya'rowi, jangan khawatir jika Anda tidak tahu alamat rezeki Anda, karena rezeki Anda tahu alamat Anda.

Zuhud akhirnya membuat dunia "sajadah panjang" seperti lirik kata-kata Bimbo. Semua aktivitas dunia kita dimaksudkan untuk beribadah, meskipun itu berhasil atau hanya tidur.

Post a Comment

0 Comments