FPI dan Pengaruhnya Terhadap Syariat Dalam Undang-Undang Negara



Indonesia sebagai negara besar yang menyumbang 40 persen dari PDB ASEAN - semakin menerima Islam yang berupaya menegakkan aturan dan nilai-nilai agama untuk semua orang.

Meskipun lebih dari 80% negara dengan total populasi 260 juta tersebut adalah Muslim, Indonesia adalah masyarakat multikultural yang memiliki kepercayaan yang berbeda sejak awal. Moto-nya adalah "bersatu dalam perbedaan".

Indonesia telah menarik banyak investasi asing, karena statusnya sebagai populasi terbesar keempat di dunia, dan keanggotaannya dalam G20. Investasi asing langsung (FDI) pada kuartal April-Juni menunjukkan angka $ 8,3 miliar, meningkat 15 persen tahun ini. Pertumbuhan ekonomi yang disesuaikan dengan inflasi pada kuartal tersebut adalah sekitar 5 persen. Namun, jika stabilitas politik dan pluralisme terganggu, maka pertumbuhan kesejahteraan negara dapat menghadapi resiko.

Gelombang demo dari kelompok islam menyebar dari semua bagian daerah ke ibukota yang lebih sekuler, Jakarta. Gelombang demo ini digambarkan dengan langkah-langkah untuk mengkriminalkan gaya hidup dan ide- ide yang bertentangan dengan hukum Syariah atau hukum Islam.

Gubernur Jakarta yang baru, Anies Baswedan, mulai menjabat pada Senin (16/10), setelah mendapat dukungan dari kelompok-kelompok Islam garis keras. Indonesia, yang telah lama dikenal sebagai negara Muslim moderat dan toleran, berada pada titik balik.

 KEKUATAN ISLAM
"Wahai Mujahidin! Dukungan Anda dalam aksi ini menunjukkan kecintaan Anda pada agama dan negara." Begitulah cara Habib Rizieq Syihab, pemimpin Front Pembela Islam, atau FPI membakar semangat muslim di Indonesia, ketika memberikan pidato di luar gedung DPR di Jakarta Pusat pada 29 September. Alasan sebenarnya demonstrasi itu adalah untuk mengutuk kudeta yang gagal pada tahun 1965 oleh Partai Komunis Indonesia, tetapi tujuan sebenarnya dari kelompok ini adalah untuk memprotes upaya Presiden Jokowi karena selalu mengesampingkan kelompok islam garis keras.

Rizieq tidak ikut demonstrasi. Pesannya dikirim melalui telepon dari Arab Saudi, tempat ia tinggal untuk menyendiri. Dia menghadapi penindasan di Indonesia, dan pemerintah melihatnya sebagai dalang di balik aksi radikalisme FPI.

Anggota FPI yang berpakaian serba putih, mendengar pidato Rizieq melalui pengeras suara. Mereka dan kelompok-kelompok Islam lainnya meneriakkan penentangan mereka terhadap perubahan undang-undang yang membuatnya lebih mudah untuk melarang kelompok-kelompok sektarian radikal. Beberapa ribu orang terlibat, dan untuk sesaat tampaknya kekerasan akan pecah di antara peserta yang ikut demo melawan pasukan keamanan.

FPI mendorong Indonesia agar diatur oleh hukum Syariah. FPI telah memisahkan diri dari dua kelompok utama Muslim moderat di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, yang lebih kooperatif dengan Jokowi.

FPI mendukung Anies dalam pemilihan Gubernur Jakarta pada bulan April, dan memainkan peran penting dalam mengalahkan gubernur yang saat itu menjabat, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, seorang beragama Kristen keturunan Cina. FPI mengadakan protes massal sebelum pemilihan umum, menuduh bahwa Ahok menghina Al-Qur'an dan menuntut agar ia mengundurkan diri. Pada akhirnya, Ahok didakwa dan dihukum dua tahun penjara.

KEMUNDURAN
FPI bukan satu-satunya kelompok garis keras yang menggunakan keputusan agama, atau fatwa, untuk menyerang siapa pun atau apa pun yang bertentangan dengan interpretasi perlawanan terhadap kelompok mereka. Pada 2016, kelompok-kelompok Islam garis keras merusak toko-toko yang dihias Natal di kota-kota besar, termasuk Surabaya dan Bandung. Tindakan intoleransi agama secara ilegal telah terjadi berulang kali.

Beberapa kelompok Muslim moderat, menutup mata terhadap tindakan ini. Seorang anggota senior Muhammadiyah menimbulkan kontroversi pada bulan Juni, ketika dia menuntut boikot Starbucks. Kedai kopi Amerika Serikat tersebut diduga mendukung hak-hak kelompok seksual minoritas, dan beberapa Muslim garis keras memenuhi panggilan tersebut.

Kelompok LGBT telah mendapatkan pengakuan di negara-negara demokratis, tetapi mereka didiskriminasi di banyak negara Muslim. Homoseksualitas bukan perkara ilegal di Indonesia, tetapi polisi melarang orang gay karena melanggar undang-undang anti-pornografi. Papan dan spanduk bertuliskan "Katakan tidak pada gay, katakan tidak pada lesbian", adalah pemandangan umum dalam demonstrasi Islam garis keras di Indonesia.

Indonesia sedang mengalami kebangkitan Islam, menurut Al Chaidar, seorang ahli politik Islam dan dosen di Universitas Malikussaleh. "Komunitas Muslim Indonesia banyak yang kecewa dengan pemerintahan Joko Widodo saat ini, dan percaya bahwa pemerintahan Jokowi jauh dari kepentingan Islam," kata Chaidar.

Koalisi partai presiden saat ini termasuk partai sekuler dan partai Islam moderat, dan Chaidar mengatakan bahwa upaya Jokowi untuk menjaga negara tetap sekuler telah menghambat saluran lobi Muslim konservatif dengan pemerintah. Mereka kemudian merespons balik dengan mengadakan demonstrasi massal.

Muslim moderat di Indonesia rentan membisu terhadap pengaruh dari islam garis keras dan kadang-kadang menerapkan radikalisme. Ideologi ekstrem dari Timur Tengah mencoba memasuki Indonesia melalui media sosial.

Para ahli memperingatkan bahwa ideologi radikal menyebar di kalangan generasi muda, di sekolah berasrama, banyak di antaranya di berbagai kota. Beberapa orang juga tertarik untuk bergabung dengan kelompok-kelompok ISIS dan kelompok-kelompok militan lainnya melalui media sosial. Sebuah organisasi lokal yang terkait dengan ISIS berada di belakang serangan bom pada bulan Mei di salah satu terminal bus di Jakarta Timur.

Polisi percaya bahwa dalang di balik serangan itu adalah ekstremisme di Indonesia, Bahrun Naim, yang diduga sebagai anggota ISIS yang saat ini tinggal di Suriah. Pemerintah berusaha menghentikan informasi terkait terorisme di media sosial. Tapi tetap saja, banyak pemuda Muslim pergi ke Irak atau Suriah untuk bergabung dengan kelompok itu. Para pejabat keamanan memantau mereka sebagai calon teroris, dan pemerintah mempertimbangkan untuk melarang orang-orang tersebut kembali ke Indonesia.

Awal tahun ini, Indonesia untuk sementara waktu menutup aplikasi pengiriman pesan Rusia, yakni Telegram, karena diduga aplikasi tersebut memiliki potensi bagi teroris untuk berkomunikasi satu sama lain. Indonesia dan Australia mengadakan konferensi anti-terorisme dengan negara-negara tetangga di kota utara Manado pada bulan Juli. Peserta konferensi sepakat bahwa badan intelijen mereka akan bekerja sama untuk mencegah penyebaran informasi terkait terorisme di media sosial.

Pasukan keamanan telah berhasil melemahkan Jemaah Islamiyah, sebuah organisasi militan simpatisan Al-Qaeda, tetapi ini tidak menghalangi militan muda untuk kembali ke Indonesia setelah bergabung dengan ISIS di luar negeri. Meskipun ISIS telah kehilangan wilayahnya di Suriah dan Irak, misalnya, Jenderal Gatot Nurmantyo - Komandan TNI - memperingatkan bahwa kelompok itu memiliki banyak jaringan di seluruh Indonesia.

MENUJU PERUBAHAN
Islamisasi di Indonesia dimulai di kampung-kampung kecil, dan mulai menyebar ke Jakarta dan kota-kota besar. Kelompok islam garis keras seperti FPI berusaha untuk menegakkan praktik Islam secara merata ke seluruh Indonesia, seperti sholat lima waktu sehari dan melarang alkohol dan makan babi.

Pemerintah telah gagal untuk melawan tren ini. Pemerintah mengubah peraturan pada bulan Juli yang melarang Hizbut Tahrir Indonesia, yang merupakan kelompok yang menuntut diberlakukannya Syariah di seluruh Indonesia. Langkah pemerintah adalah upaya untuk menegakkan sekularisme, tetapi pendekatan keras Jokowi membuatnya lebih mudah bagi lawan-lawannya untuk menyebutnya anti-Muslim.

Langkah ini sebenarnya dapat mempersulit presiden Jokowi untuk mencalonkan diri lagi dalam pemilihan 2019. FPI dan kelompok Islam garis keras lainnya telah mengkritik Jokowi sebagai presiden otoriter. Jokowi menanggapi dengan membentuk badan ahli - dipimpin oleh mantan Presiden Megawati Soekarnoputri - untuk mempromosikan lima prinsip dasar Indonesia, atau Pancasila, di mana salah satunya adalah merangkul perbedaan.

Gubernur Jakarta yang baru, Anies Baswedan, adalah anggota senior tim kampanye Jokowi dalam pemilihan presiden 2014, dan telah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Sarjana Islam yang bersuara lembut ini belajar di Jepang dan memperkuat hubungannya dalam meraih jabatan Gubernur dengan kelompok-kelompok Islam. Dia didukung oleh FPI, yang membantunya mengalahkan Ahok. FPI saat ini menuntut agar Anies menutup resor di utara Jakarta untuk memberantas pelacuran. Anies kemungkinan akan mengarahkan kebijakan Jakarta ke arah yang lebih konservatif.

"Mulai 16 Oktober, kami akan mulai mengubah Jakarta," katanya kepada wartawan setelah upacara pelantikannya di Istana Negara di ibukota Jakarta, Senin (16/10). "Kami berencana untuk memenuhi semua janji kami. Biasanya orang-orang memanggil program kerja, kami menyebutnya janji."

Anies akan memimpin kota metropolitan yang terdiri dari 10 juta penduduk, yang akan menghadapi tantangan di kota-kota besar, seperti kemacetan, kenaikan harga rumah, dan masalah keamanan - Jakarta yang saat ini berada di peringkat keempat dari bawah, dalam daftar kota yang aman dari Intelijen.

Di tengah meningkatnya pengaruh kelompok Islam radikal, masyarakat mengalihkan perhatiannya ke pemilihan presiden berikutnya. Sebuah survei pendapat yang dilakukan pada 9 September oleh sebuah think tank Indonesia dari Pusat Studi Strategis dan Internasional menunjukkan bahwa 50,9 persen mendukung Jokowi, sementara 25,8 persen mendukung pemimpin oposisi Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Prabowo kemungkinan akan mencalonkan diri lagi setelah ia gagal dalam pemilihan presiden 2014. Jika demikian, ia kemungkinan akan mendapatkan dukungan dari partai dan organisasi Islam radikal. Prabowo membantu dalam menggabungkan FPI dan kelompok Islami yang sebelumnya telah berhasil mendukung Anies dalam pemilihan Gubernur Jakarta. Jika lawan Islam garis keras Jokowi terus mendapatkan dorongan, Indonesia kemungkinan akan menunjukkan kepada dunia sifat yang tidak lagi moderat, bersiaplah melihat syariat Islam tegak di Nusantara.

Post a Comment

0 Comments