NU Di Pandeglang Masih Berantakan dan Takluknya UAS Dihadapan Habib Luthfi


Berita UAS mengunjungi Maulana habib Luthfi ternyata menjadi trending dimana2, Tidak hanya berbai'at Thoriqoh, UAS juga diajak Habib Luthfi untuk masuk ke dalam jajaran organisasi NU dan JATMAN. Saya sendiri semenjak dahulu insya Allah dan akan tetap berada di barisan NU walaupun agak sedikit menyesalkan pada beberapa kawan di Pandeglang yang sudah "keluar" dari NU.

Sebagaimana kita ketahui.. Pandeglang, Banten dan Jawabarat adalah basis terbesar dari Islam garis keris. Kawan saya yang dari Bandung dan Bogor pernah merasa heran sebab di kampung saya masih ada yang namanya 'bedug' loh disini kok masih ada bedug? IYA. kalau di Bandung ... bedug sudah tidak ada. Kata mereka mesjid dan mushollah sudah dikuasai HTI Wahabi.

Saya sering bercerita tentang sosok Gus Dur kepada kawan-kawan di Banten. Gusdur pernah bilang begini, nanti NU di jaman Said Aqil akan dicibir banyak orang, tetapi nanti akan maju lagi. Dan ini terbukti, ketika ada kasus Ahok dimana banyak ormas Islam yang mendemo Ahok lalu mencibir sikap NU yang masih saja 'netral' mereka menganggap bahwa NU sudah berganti nama menjadi 'Nasi Uduk', gereja mereka jaga tapi sang penista agama malah dibiarkan.

Ketika banyak cibiran terhadap NU, saya masih tetap di NU walaupun banyak hujatan dimana2, tetapi kata Gus Dur, nanti NU akan maju kembali di jaman Said Aqil. Dan ini terbukti dengan Makruf Amin yang menjadi cawapres, ditambah fenomena bai'atnya UAS sebagai pentolan dari islam garis keras yang tunduk di hadapan Habib Luthfi.

Jika seorang Murobbi seorang mursyid memerintah muridnya untuk masuk ke dalam jajaran organisasi NU, maka perintah ini tidak boleh dibantah, maka sebentar lagi kita akan melihat UAS berada di barisan pembela NU.. Benarlah pepatah orang Korea mengatakan "semua akan NU pada waktunya" dan pepatah dari jerman "jika ada orang yang mengatakan tidak usah NU NU an maka sesungguhnya orang itu adalah wahabi".

Sayangnya NU di Pandeglang masih berantakan, banyak keturunan Kiai NU yang berkiblat ke ormas 'sebelah' akibat kurangnya pendidikan dalam soal teologi.. di pesantren hanya diajarkan utawi iki iku jer majrur.. tapi soal ideologi dan teologi mereka masih tong kosong nyaring bunyinya. Parahnya, ada putra daerah keturunan syekh Nawawi yang kitabnya dikaji oleh mereka setiap hari. Ketika cucunya punya hajat besar mereka mencibir dan mencacimaki. Otakna ditenden dimana coba..

#Bangga jadi bagian NU
#saya tidak dukung Jokowi
#saya hanya dukung Makruf Amin
#beda pilihan boleh tapi harus tetap NU

Post a Comment

0 Comments