F Ciri-Ciri Tawadluk yang Sempurna, Tidak Hanya Kepada Manusia, Tapi Juga Terhadap Alam

Ciri-Ciri Tawadluk yang Sempurna, Tidak Hanya Kepada Manusia, Tapi Juga Terhadap Alam



Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَىَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلاَ يَبْغِى أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ

“Dan sesungguhnya Allah mewahyukan padaku untuk memiliki sifat tawadhu’. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan melampaui batas  pada yang lain.” (HR. Muslim).

عَنْ عُرْوَةَ قَالَ قُلْتُ لِعَائِشَةَ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِيْنَ أي شَيْءٌ كَانَ يَصْنَعُ رَسُوْلُ اللهِ  صلى الله عليه وسلم إِذَا كَانَ عِنْدَكِ؟ قَالَتْ: “مَا يَفْعَلُ أَحَدُكُمْ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ يَخْصِفُ نَعْلَهُ وَيُخِيْطُ ثَوْبَهُ وَيَرْفَعُ دَلْوَهُ”

Urwah bertanya kepada ‘Aisyah, “Wahai Ummul Mukminin, apakah yang dikerjakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala bersamamu (di rumahmu)?” Aisyah menjawab, “Beliau melakukan seperti apa yang dilakukan salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya. Beliau mengesol sandalnya, menjahit bajunya dan mengangkat air di ember.” (HR. Ahmad)


*********
Saya teringat seorang kawan yang suka memelihara burung, banyak rezeki yang dia dapatkan dari memelihara hewan ini, tapi saya salut, penghormatannya kepada alam luar biasa, sampai semua hewan peliharaannya mempunyai nama masing-masing.

Di ujung kulon terdapat sebuah ‘wilayah’ dimana banyak kejadian orang menghilang tanpa jejak, sempat saya bertanya mengapa demikian? seorang pakar supranatural menjawab “Itu karena mereka tidak punya rasa tawadluk terhadap pohon-pohon di sana”.

Orang yang pergi haji ke Mekkah, salah satu larangannya selain diharamkan memburu binatang juga tidak boleh mematahkan dahan pohon.

Islam sebenarnya sudah mengajarkan umatnya tentang tawadluk terhadap alam, tidak hanya tawadluk terhadap makhluk hidup, guru-guru orang tua dan para sesepuh. Sunan kali jaga mengejar Sunan Bonang karena tertarik dengan tongkat yang bersinar keemasan di tangannya, sampai dirampasnya dan sunan Bonang tersungkur lalu menangis. Kalijaga bertanya? Mengapa jadi orang tua kamu cengeng sekali? Sunan bonang menjawab, ia menangis bukan karena tongkatnya yang dirampas, tapi karena rumput tak berdosa yang terkoyak akibat tubuhnya menyeret tanaman itu.

Sedangkan kita? bahkan terhadap umaro’ pemerintah, pejabat, presiden, kompleksitas umat dan perbedaan pendapat saja tidak punya rasa tawadluk dan saling menghormati apalagi terhadap tanaman, binatang bebatuan dan alam-alam lainnya.

Maka bagaimana sebenarnya ciri-ciri tawadluk itu? Mengamalkan ketawadlukan sebenarnya tidak hanya tawadluk terhadap manusia, tapi juga terhadap alam, terhadap makhluk hidup yang ada di dunia ini.

Al-Ghozali ketika sudah wafat, dia mendatangi saudaranya dalam mimpi, lalu ditanya bagaimana keadaanmu sekarang? al Ghazali menjawab aku mendapat nikmat dari Tuhan, bukan karena mengarang banyak kitab, berdakwah tanpa lelah, tapi gara-gara seekor lalat ditengah malam, yang kubiarkan ia menghisap tinta, tak kuganggu karena aku ridlo terhadapnya.

Di jaman bani isroil, ada wanita pezina, munafiq, tidak pernah solat dan mengaji, tapi ia masuk surga hanya karena memberi minuman kepada anjing yang kehausan ditengah padang pasir.
Tawadluk yang sempurna adalah ketika Tuhan mengujimu dengan mendatangkan semua makhluk ciptaanNya (termasuk manusia pepohonan dan binatang) lalu engkau menghormatinya memuliakannya dan menganggap dirimu lebih hina darinya.