Apa Itu Syariat, Thoriqat dan Hakikat Begini Penjelasan Ringkasnya

Bahtera dikatakan sebagai syariat, laut adalah thoriqot, dan mutiaranya adalah dikatakan sebagai makrifat.

Kalimat dari puisi di atas menjelaskan posisi tiga arah di akhirat. Syariah seperti kapal, seperti instrumental target. Thariqat seperti lautan, sebuah wadah yang membawa Anda ke tujuan Anda. Haqiqat seperti mutiara berharga dan memiliki banyak manfaat.

Untuk mendapatkan mutiara haqiqat, seseorang harus menyeberangi lautan dengan ombak dan gelombang yang sangat mengerikan. Mengetahui navigasi lautan, tidak ada jalan lain selain dengan perahu.

Beberapa ahli menggambarkan tiga jalan ini adalah jalan menuju akhirat sebagai pala atau kelapa. Syariah seperti kulit, itu adalah thariqat dan minyaknya adalah haqiqat. Intinya adalah bahwa tidak ada minyak yang diperoleh tanpa pemerasan dan bahwa kandungannya tidak diperoleh sebelum mebelah kulitnya.

Agama didasarkan pada Syariah, karena Syariah adalah aturan dan hukum yang berasal dari wahyu Allah. Mandat dan larangannya jelas dan berlaku untuk kesejahteraan semua umat manusia.

Menurut Syaikh al-Hayyiny, syari'ah dilakukan atas dasar perlindungan (beban dan tanggung jawab) yang dikenakan pada orang yang telah mampu memikul beban atau tanggung jawab (mukallaf).

Haqiqat adalah apa yang diperoleh sebagaimana seorang nabi. Syariah ditingkatkan oleh haqiqat yang dibuktikan oleh Syariah. Syariah adalah bukti pengabdian manusia yang diciptakan dalam ibadah melalui wahyu yang diberikan kepada para rasul. Quran itu sendiri adalah bukti dari pemujaan hamba Allah SWT, tunduk pada hukum Syariah.

Post a Comment

0 Comments