Berislam dengan Cara Logis Adalah Jihad Argumentatif


Ketika Syekh Mutawalli al-Sya'rawi menulis sebuah karya tentang jihad (yaitu: Al-Jihad fi al-Islam), sebagian besar bab berisi penjelasan tentang bagaimana Islam memandang perang (seberapa banyak yang Allah inginkan dan Nabi Muhammad menghindari perang dan hanya melakukan itu sebagai upaya terakhir, itupun dengan etika, kehati-hatian, dan bukan ekses), tepatnya karya itu dibuka dengan bab bahwa Islam bukanlah agama pedang dan Nabi sebagai rahmat bagi alam semesta manusia. Adapun bab ketiga, sebelum berbicara tentang perang, Sya'rawi menjelaskan jihad dengan logika. Mengapa? Karena memang itulah metode yang diajarkan oleh Allah kepada kita melalui lisan suci Nabi.

"Jadi, luruskan wajah Anda ke agama Allah, (tetaplah) sifat Allah yang telah menciptakan manusia menurut sifat itu, tidak ada perubahan dalam sifat Allah - itu adalah agama yang lurus, tetapi kebanyakan orang tidak tahu." (QS Al-Rum: 30)

Setiap manusia, seburuk sifat visi kita, sebenarnya diciptakan oleh sifat kecenderungan (tendensi kebaikan) dalam dirinya. Jadi, tugas Nabi dan tentu saja selanjutnya adalah tugas ulama yang merupakan pewaris Nabi, jihad membuat sifatnya mengendalikannya, sehingga ia akan menjadi sosok yang ada di jalannya.

Seperti yang diriwayatkan oleh Iyad bin Himar, hari khotbah Nabi: "Sesungguhnya Tuhanku telah memerintahkan aku untuk mengajarkan kepadamu sesuatu yang tidak kamu ketahui, karena Tuhanku telah mengajarkan hari ini bahwa semua yang aku berikan kepada hamba-Ku adalah halal. Semua hamba-hamba saya cenderung baik, tetapi kemudian Setan datang kepada mereka untuk menyesatkan mereka dari agama mereka dan saya telah melarang mereka apa yang telah saya lakukan untuk mereka. "(Muslim dan Ahmad)

Itulah pedoman jihad dalam Islam, yaitu upaya menentang bujukan setan yang ingin menyesatkan sehingga modal dalam bentuk fitrah terus mendominasi, bahkan menguasai diri manusia yang absolut. Oleh karena itu, dalam QS. Al-Asr: 1-3 dan QS. Ali-Imran: 200, Tuhan menerima kebenaran dengan sabar. Karena tanpa kesabaran, kita akan lupa bahwa ada sifat batiniah yang seburuk apa pun, jadi kita menyerah dalam misi yang logis dan persuasif.

Jadi, menurut Sya'rawi, perjuangan untuk jihad dan dakwah Islam pada tahap awal adalah "jihad argumentatif". Itu adalah untuk menjelaskan secara logis tentang Tuhan sebagai Pencipta dan oleh karena itu kita tunduk kepada-Nya dan hukum-hukum-Nya yang terbaik untuk hidup kita karena Dia adalah pemilik kita dan yang paling tahu dan peduli untuk diri kita sendiri dan kehidupan kita.

Kami menemukan begitu banyak dan beragam jihad argumentatif dalam Alquran dan kata-kata Nabi. Misalnya dalam QS. Luqman: 25, di mana Allah menyebut mereka yang menyangkal sebagai mereka yang tidak tahu. Dalam pengertian itu, jika mereka tahu (di mana tugas kita mengatakan), maka mereka pasti akan percaya.

Karena itu, dalam banyak ayat, Tuhan menyucikan mereka yang berpaling dari-Nya sebagai orang yang tidak berpikiran dan Dia terus menantang kita untuk terus berpikir, menggunakan akal.

Tesis ini dikuatkan oleh beberapa ayat lain yang menegaskan bahwa tidak ada paksaan dalam agama (Islam) dan Allah mengundang siapa saja yang ingin percaya atau tidak percaya. Fokus dan target dakwah dan jihad Islam adalah kesadaran. Oleh karena itu, tidak ada cara lain selain argumentasi logis, sehingga mereka sadar, sehingga sifat mereka naik ke permukaan dan menjadi penguasa dan pemimpinnya, dan dengan demikian ia menjadi orang yang tunduk dan tunduk tanpa paksaan atau dengan penuh ketulusan.

Pemaksaan dakwah dan jihad hanyalah metode yang pada akhirnya menciptakan individu-individu yang munafik, meskipun bukan hanya metode yang menyebabkan kemunafikan.

Tesis ini juga diperkuat oleh sikap tegas Islam terhadap orang-orang munafik. Karena Islam tidak ingin kita memeluknya karena kemunafikan.

Lalu, mengapa masih ada jizyah (semacam denda bagi non-Muslim di wilayah Islam)? Dan, mengapa ada aturan perang dalam Islam? Insya Allah artikel selanjutnya akan disajikan. Kamu tahu.

Post a Comment

0 Comments