F (Bag 1) TANDA-TANDA KENABIAN NABI MUHAMMAD SAW. KABAR GEMBIRA KITAB TAURAT

(Bag 1) TANDA-TANDA KENABIAN NABI MUHAMMAD SAW. KABAR GEMBIRA KITAB TAURAT

KABAR GEMBIRA KITAB TAURAT

Berita akan diutusnya Nabi Muhammad Saw. jauh-jauh hari telah dikabarkan Allah swt kepada para nabi dan rasul-Nya. Sehingga berita ini sudah diketahui utusan- utusan Allah swt. sejak nabi Muhammad Saw. belum dilahirkan.

Sebelum diutusnya nabi Muhammad,  Allah swt.  telah mengadakan perjanjian dengan nabi-nabi yang akan diutus untuk mengimani risalah Muhammad, membenarkannya, menolongnya dari orang-orang yang menentangnya. Selain itu, mereka juga diminta untuk menyampaikan berita tersebut kepada orang- orang yang mengimani dan membenarkan mereka.

 Allah mengabadikan Perjanjian dan pengakuan para Nabi dalam memenuhi apa yang telah menjadi tugas mereka dalam Al-Qur'a surat Ali Imran ayat  81
 وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا آَتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُول مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَى ذَلِكُمْ إِصْرِي قَالُوا أَقْرَرْنَا قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ
Artinya: "Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil Perjanjian dari Para nabi: "Sungguh, apa saja yang aku berikan kepadamu berupa kitab dan Hikmah kemudian datang kepadamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai Para Nabi) dan aku menjadi saksi (pula) bersama kamu".

Di dalam kitab- kitab terdahulu banyak dijelaskan tentang akan diutusnya baginda Nabi Muhammad Saw. Di antaranya kitab yang menjelaskannya adalah Taurat, yaitu kitab yang diturunkan pada Nabi Musa as. Salah satu kandungan kitab Taurat yang menjelaskan hal tersebut adalah:
"Kelak aku akan mengutus seorang nabi yang sama denganmu (Musa) dari saudara mereka (bani isra'il ), dan akan aku jadikan firman-Ku di mulutnya. Ia berkata dengan setiap hal yang aku perintahkan. Barang siapa yang tidak mentaati perkataannya dengan mengatasnamakan Aku, maka aku akan menyiksanya. Bunuhlah seseorang yang mengaku sebagai nabi, sombong kepadaku dan berbicara tentang hal-hal yang tidak kuperintahkan dengan mengatas namakan aku atau sesembahan yang lain. Dan jika kamu menghendaki untuk membedakan di antara nabi yang benar dan nabi yang palsu maka tandanya, nabi palsu adalah hanya perkataannya saja yang mengatasnamakan Tuhan, padahal Allah SWT. tidak berkata kepadanya, maka ia adalah pembohong dan hanya ingin mengagungkan dirinya sendiri. Oleh sebab itu jangan kau takut padanya."

Maksud dari kandungan kitab Taurat yang berbunyi “Kelak aku akan mengutus seorang nabi yang sama denganmu (Musa) dari saudara mereka (bani isra'il)” adalah Allah akan mengutus seorang nabi yang mempunyai sifat yang sama dengan nabi Musa As namun bukan dari bani Israil. Kesamaan sifat nabi Muhammad dan Musa ialah dia seorang nabi dan rasul yang diberikan kitab suci yang kepada keduanya Allah berkenan untuk berdialog langsung. Dialog antara Allah dan nabi Muhammada saw. terjadi ketika peristiwa Isra' Mi'raj sedangkan nabi Musa as ketika peristiwa di Jabal Nur.

 Taurat menegaskan di dalam akhir juz yang kedua (sifir tsaniyyah) bahwa di kalangan Bani Israil tidak ada nabi yang sama sifatnya dengan nabi Musa as. Itu berarti nabi yang di janjikan Allah swt. dalam kitab Taurat tidak turun dari kalangan mereka. Dalam kabar gembira kitab Taurat di atas disebutkan bahwa nabi palsu yang berbuat kebohongan pada Allah SWT. akan dibunuh. Isi ayat kitab Taurat ini senada dengan al-Qur'an surat al-Haqqah ayat  44-46.
                   
Artinya: “Seandainya Dia(Muhammad) mengada-ngada sebagian perkataan atas(nama) Kami, niscaya benar-benar kami pegang Dia pada tangan kanannya[Kami beri tindakan yang sekeras-kerasnya] Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya".

Berpijak pada ayat al-Qur’an dan kandungan kitab Taurat di atas, seandainya nabi Muhammad saw berbohong dengan mengatas namakan Allah swt, niscaya beliau akan mendapatkan adzab dari Allah swt. dan tidak akan hidup ditengah-tengah kaum Quraisy. Namun kenyataannya Rasulullah saw. tetap hidup diantara musuh-musuhnya, baik golongan pagan (penyembah berhala) maupun kaum Yahudi selama dua puluh tiga tahun, dengan selalu berseru dan mengajak ke jalan Allah swt. Tidak ada satu riwayatpun yang menjelaskan bahwa Nabi saw. pernah mendapatkan adzab dari Allah swt. Jusrtu beliau selalu dijaga oleh Allah swt. dari musuh-musuhnya hingga akhir hayat, sebagaimana firman Allah swt di dalam al-Qur'an surat al-Maidah Ayat 67 sebagai penenang hati  Nabi Muhammad saw.
                         
Artinya: “Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanm, Dan jika tidak kamu kerjakan(apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara(melindungi) kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

Dalam kitab Taurat tidak hanya diterangkan perihal akan diutusnya nabi Muhammad Saw, akan tetapi keistimewaan-keistimewaan yang diberikan pada umat beliau juga telah dituturkan dalam kitab tersebut. Hal ini terbukti dengan riwayat  dari Abi Nu’aim dari Abi Hurairah dari Nabi saw, beliau bersabda “Pada saat nabi Musa mendapatkan kitab Taurat dan membacanya, beliau mendapati perihal sekelompok umat yang sangat menakjubkan.” Dalam hadist yang cukup panjang tersebut, diceritakan bahwa nabi Musa sempat memohon pada Allah swt. agar umat yang ia ketahui dalam kitab Taurat itu, dijadikan sebagai ummatnya.

Nabi Musa as berkata “Wahai tuhanku di dalam kitab yang engkau anugerahkan padaku, aku menemukan penjelasan tentang umat, di mana jika mereka bermaksud melakukan satu kebaikan namun, tidak sempat di laksanakan maka mereka mendapatkan satu pahala kebaikan itu. Dan jika mereka melaksanakan kebaikan itu maka mendapat pahala sepuluh  kali lipat kebaikan tersebut. Maka jadikanlah mereka sebagai umatku”.

Allah swt menjawab “Tidak, mareka adalah umat Ahmad (Muhammad)”. Ketika permintaannya tidak dikabulkan oleh Allah swt., nabi Musa as memohon agar beliau dijadikan umat nabi Muhammad saw. “Wahai Tuhanku, jadikanlah aku bagian dari umat Ahmad (Muhammad)” pinta Musa as. Pada saat itulah Allah swt. memberi dua anugerah pada nabi Musa as seraya berfirman.
             
Artinya "Hai Musa, Sesungguhnya aku memilih(melebihkan) kamu atas manusia yang lain (di masamu) dengan membawa risalah-Ku dan berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang aku berikan kepadamu, dan hendaklah kamu menjadi sebagian dari orang-orang yang bersyukur".

Begitu mendengar hal tersebut nabi musa merasa puas dan terhibur. Kebenaran akan diutusnya Nabi Muhammad saw. yang diterangkan dalam kitab Taurat juga di sampaikan oleh beberapa orang Yahudi, diantaranya Abdullah ibn Salam ra, seorang pemimpin Yahudi yang mendalami kitab Taurat.

Dia berkata "Sesungguhnya aku mengetahui sifat-sifat Nabi Muhammad saw dari kitab Taurat. Disana diungkapkan ‘Wahai Nabi Muhammad, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira, pemberi peringatan serta pelindung orang-orang ummi (golongan yang tidak bisa baca tulis). Engkau adalah hambaku dan utusanku, aku menyebutmu dengan nama Mutawakkil salah satu nama nabi saw), Nabi Muhammad saw tidak kasar tutur katanya, tidak kejam, tidak pernah bersuara keras dan tidak pula berteriak di pasar. Beliau  tidak pernah membalas kejelekan dengan kejelekan tapi memaafkan dan memberi ampunan. Allah swt. tidak akan mencabut nyawanya hingga Allah swt meluruskan agama yang bengkok (agama Nabi Ibrahim yang telah diselewengkan oleh orang Arab)”. Hal ini terbukti,  manusia mengatakan bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan (tidak akan mencabut nyawanya) hingga Allah SWT. membuka mata orang-orang buta dan membuka telinga orang-orang tuli serta hati orang-orang yang terkunci.  Keterangan serupa juga di riwayatkan Abdullah ibn Amr ibn Ash dan Ka'ab Al-akhbar.

Berkaitan dengan Abdullah ibn Salam ra, Allah swt. menjelaskan di dalam firman- Nya Qs al-Ahqof ayat 10.
                         
Artinya: "Katakanlah 'Terangkanlah kepadaKu, Bagaimanakah pendapat kalian jika Al Quran itu datang dari sisi Allah, sementara kalian mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al Quran lalu Dia beriman, sedang kalian menyombongkan diri'. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim".
Allah berfirman dalam  al-Qur'an surat ar-Ra’d 43
                 
Artinya: "Berkatalah orang-orang kafir 'Kamu bukan seorang yang dijadikan Rasul". Katakanlah: "Cukuplah Allah menjadi saksi diantaraku dengan kalian, dan orang yang mempunyai ilmu Al Kitab" Yaitu ulama-ulama ahli kitab yang memeluk agama Islam".
Dalam riwayat hadist lain, disebutkan "Nabi Muhammad saw. tidak pernah berteriak di pasar dan tidak pula berkata kotor. Aku (Allah) meluruskannya (nabi) pada setiap kebaikan. Aku menghiasinya dengan akhlaq mulia dan ketenangan bagaikan pakainnya. Kebaikan sebagai syi'arnya dan taqwa sebagai perasaannya. Hikmah sebagai ucapannya, jujur dan menepati janji sebagai wataknya. Pemaaf dan berbuat baik menjadi tabiat budi pekertinya. Adil sebagai tingkah lakunya dan kemasyhurannya. Kebenaran sebagai syariatnya, petunjuk menjadi panutannya. Islam sebagai agamanya dan Ahmad adalah namanya. Dengan perantaraanya, Aku (Allah) akan memberikan petunjuk setelah adanya kesesatan. Aku jadikan dia sebagai penghapus segala bentuk kebodohan, dan umatnya akan dikenal dengan perantaranya. Aku perbanyak pengikutnya. Aku perkaya mereka setelah faqir. Aku mempersatukan mereka setelah bercerai-berai. Dengannya Aku satukan keinginan hati yang berbeda-beda diantara umat yang berbeda-beda. Aku jadikan pengikutnya sebagai umat terbaik yang ditampakkan pada manusia".

Keterangan senada juga di riwayatkan oleh Abu Nu'aim dari Ka'ab al-Akhbar ra. Ia mengatakan "Ayahku adalah orang pandai dalam memahami kitab Taurat yang diturunkan pada Nabi Musa as. Dia mengajarkan kepadaku seluruh isi Taurat kecuali dua lembar dari kitab tersebut. Disaat Ayahku hampir meninggal dunia, dia berkata ‘Anakku, aku telah mengajarkan seluruh isi kitab Taurat kepadamu. Sebenarnya masih ada dua lembar lagi dari kitab tersebut yang belum aku ajarkan padamu. Di sana tertulis bahwa sebentar lagi akan ada nabi yang di utus. Tapi aku telah menyembunyikan(memasukkan) dua lembar itu di dalam  tembok. Maka janganlah engkau melihat dan membacanya, karena aku khawatir engkau akan terpengaruh pada kebohongan yang ada di lembaran tersebut.’ Setelah ayah meninggal dan telah kusemayamkan, aku merasa penasaran pada apa yang tertulis dalam lembaran tersebut. Setelah kubuka, disana tertera tulisan ‘Muhammad adalah utusan Allah. Dialah Nabi terakhir dan tidak ada nabi setelahnya. Ia di lahirkan di Makah dan akan hijrah ke Madinah. Halus tutur katanya, tidak kejam, dan tidak pernah bersuara keras dan berteriak di pasar. Beliau  tidak pernah membalas  kejelekan dengan kejelekan tapi memaafkan dan memberi ampunan. Umatnya selalu memuji Allah swt dalam keadaan apapun'".

Setelah mengetahui isi dari dua lembar yang disembunyikan oleh ayahnya, Ka'ab mencoba tenang, tak lama kemudian ia mendengar bahwa di Makah ada seseorang yang mengaku sebagai nabi. Namun sayang, nabi Muhammad telah meninggal dunia lebih dulu sebelum Ka’ab sempat menemui beliau, dan pada akhirnya  Ka’ab masuk islam pada zaman kekhalifahan Umar ibn Khatab ra.
Ka'ab berkata "Aku selalu menunda masuk Islam hingga datang padaku beberapa pegawai Umar ibn Khathab ra. Ketika itu saya melihat mereka menepati janjinya dan ketika melihat apa yang telah Allah berikan kepada mereka, yaitu memberikan kemenangan terhadap musuh-musuh mereka. maka aku yaqin bahwa merekalah yang aku tunggu-tunggu. Demi Allah, suatu malam aku berada di atas loteng rumahku, tiba-tiba  aku mendengar seorang laki-laki muslim yang sedang membaca al-Quran surat an-Nisaa’ 47 yang berbunyi
                             
Artinya: "Hai orang-orang yang telah diberi al-Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Quran) yang membenarkan kitab yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah muka (mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami mengutuk mereka sebagaimana Kami telah mengutuk orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu dan ketetapan Allah pasti berlaku".

Setelah mendengar ayat tersebut, aku khawatir tidak dapat menemukan hari esok kecuali wajahku menghadap ke arah tengkukku. Hari esok adalah sangat penting bagiku, maka akupun menyuruh laki-laki itu untuk berhenti membaca."

Berita turunnya nabi Muhammad saw secara jelas telah tertera dalam kitab-kitab terdahulu, namun karena rasa dengki, berita tersebut mereka sembunyikan. Mereka berkata "Sesungguhnya kabar gembira itu adalah Yusa' ibn Nun, pelayan  Nabi Musa as".
Namun pernyataan ini masih menyisakan kejanggalan, terbukti dimasa hidupnya nabi Isa as, mereka masih menunggu kedatangan nabi selain Isa as dengan mengirim seorang utusan kepada Yohana al-Ma'madan (Yahya) untuk bertanya kepadanya. Mereka bertanya akan status Yohana, apakah dia adalah nabi Illiya atau nabi Isa ataukah nabi yang lain. Mendengar pertanyaan-pertanyaan tersebut Yohana secara tegas menjawab bahwa dirinya bukanlah seorang nabi, namun anehnya kaum Yahudi justru bermaksud membaptisnya. Semua ini menunjukkan bahwa kitab Taurat memberikan kegembiraan dengan adanya Illiya, al-Masih dan seorang nabi lain yang belum datang hingga pada masa hidup nabi Isa as.

Kebohongan lain yang dibuat-buat oleh kaum Yahudi adalah mereka mengatakan bahwa Nabi Muhammad saw hanya di utus bagi bangsa Arab. Klaim mereka ini berdasarkan keterangan kitab Taurat yang berbunyi حرزا للأميين ( pelindung kaum Ummi), ya'ni kaum yang tidak mampu membaca dan menulis. Sedangkan waktu itu, orang-orang Arab memang sangat sedikit yang mampu baca tulis. Namun pernyataan ini dapat dimentahkan dengan keterangan yang juga terdapat di Taurat. Di sana di sebutkan bahwa Nabi Saw. tidak akan dicabut nyawanya sehingga agama Nabi Ibrahim yang diselewengkan dapat diluruskan kembali, padahal agama Nabi Ibrahim juga diselewengkan kaum yahudi bahkan mereka yang paling berperang dalam penyelewangan itu. Sikap kaum Yahudi dan Nasrani ini sempat disindir Allah dalam surat al-Baqarah ayat 146
               
Artinya "Orang-orang(Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri al-kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui".

Sedangkan Pemberitahuan Allah swt akan datangnya nabi Muhammad saw terhadap nabi dan rasul-Nya terekam oleh al-Quran dalam surat Ali Imran ayat 81
                                     
Artinya: “Dan(ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, sungguh apa saja yang aku berikan kepadamu berupa kitab dan Hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul dengan membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab "Kami mengakui." Allah berfirman: Kalau begitu saksikanlah (hai Para Nabi) dan aku menjadi saksi (pula) bersama kamu".

Dalam kitab Shohih Al-Bukhori,  Ibnu Abbas ra meriwayatkan
ما بعث الله نبيا إلا أخذ عليه الميثاق، لئن بعث محمد وهو حى ليؤمنن ولينصرنه.وأمره أن يأخذ على أمته الميثاق لئن بعث محمد وهم أحياء ليؤمنن به ولينصرنه وليتبعنه
Artinya: "Allah tidak pernah mengutus seorang Nabi kecuali memintanya agar berjanji, jika ia masih hidup hingga di utusnya Muhammad maka dia akan beriman dan menolong beliau. Dan Allah swt memerintahkan padanya agar meminta umatnya berjanji, jika mereka masih hidup hingga  di utusnya Muhammad maka mereka akan beriman, menolong serta mengikuti beliau".

Sumber tulisan:
Buku "Lentera Kegelapan"
Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad Saw


Karya Legendaris Siswa Tamatan Gerbang Lama Lirboyo 2010

Post a Comment

0 Comments