Ajaran Islam Liberal dan Perbedaan Islam Liberalis dan Islam Moderat

Perlu anda ketahui, di era digital ini, memiliki perangkat dalam mengakses teknologi dan konten ideologis, orang barat bersama dengan media berpengaruh lainnya memanipulasi 'istilah' dan 'ekspresi' yang berbeda untuk menentukan mana teman mana musuh mereka.

Label-label seperti 'liberal', 'moderat', 'fundamental', 'radikal' dan 'ekstremis' adalah cabang dari media berbasis barat yang digunakan untuk menggambarkan kelompok-kelompok Muslim yang berbeda.

Dengan demikian, Muslim dikategorikan berdasarkan tingkat kepercayaan dan komitmen mereka terhadap isu-isu yang tengah di hadapi dunia barat. Orang-orang Muslim yang taat yang karakternya menerjemahkan keyakinan mereka, disebut Muslim radikal atau ekstremis.

Menurut pendapat mereka, Muslim radikal menyerahkan kehendak mereka kepada Allah dan tidak berani menentang firman-firman Allah.

Muslim moderat, Menurut Definisi Barat

Untuk mengidentifikasi siapa Muslim liberal itu, seseorang harus memiliki ilmu pengetahuan tentang kaum liberal sebelumnya. Liberal didefinisikan sebagai: terbuka terhadap perilaku atau opini baru dan bersedia membuang nilai-nilai tradisional.

Atau arti lainnya, dia yang menyukai kebebasan individu, perdagangan bebas, dan reformasi politik dan sosial yang terbuka. Secara abstrak, seseorang dapat mendefinisikan liberal sebagai orang yang tidak literal!

Menurut definisi mereka, liberalis adalah Muslim yang mengaku telah menghasilkan banyak pemikiran modern tentang keberanian menafsirkan agama islam yang komprehensip dengan budaya barat, juga berani mereformasi pemahaman dan praktik Islam.

Bagi sebagian orang, Muslim liberal justru tidak memiliki pengetahuan mendalam tentang ajaran agama mereka. Karena orang-orang liberalis tidak yakin tentang keaslian keyakinan agama mereka.

Orang-orang liberalis menemukan pendekatan sekuler barat terhadap politik, masyarakat, budaya dan ekonomi. Bagi mereka itu merupakan wacana yang menarik dan semakin menarik. Dengan demikian, cepat atau lambat, mereka akan bergabung dengan barat. Mereka bisa disebut Muslim nominal yang hanya memiliki identitas Muslim. Baik pandangan dunia maupun tindakan mereka mewakili ajaran Islam yang sebenarnya.

Hasilnya: bagi banyak Muslim, label reduksionis yang dimanipulasi oleh orang barat, memecah belah stigmatisasi umat islam.

Islam sebenarnya adalah agama moderat. Seorang muslim Liberal biasanya cenderung tidak mengikuti Quran atau Hadis karena mereka beranggapan akal lebih tinggi kedudukannya.

Sebaliknya seorang Muslim Moderat adalah orang yang mempunyai pemikiran terbuka tapi tetap memilih interpretasi terhadap Qur'an dan Hadis yang paling kompromistis. Ketika ada beberapa jenis penafsiran semacam itu. Harus dicatat bahwa pluralitas interpretasi tidak dapat disangkal. Mereka ada. Jadi ada perbedaan antara keduanya.

Muslim Liberal jarang berkonsultasi dengan Qur'an dan Hadis. Sedangkan seorang muslim yang moderat akan mengikuti Islam dan memilih interpretasi yang paling kompromistis dengan pemikiran terbuka tapi tetap berkonsultasi dengan Qur'an dan Hadis.

Post a Comment

0 Comments